Selasa, 22 Desember 2009

Means Ends Analysis

Means-Ends Analysis terdiri dari tiga unsur kata yakni; Mean, End dan Analysis. Mean menurut bahasa yakni berarti, banyaknya cara. Sedangkan End adalah akhir atau tujuan, dan Analysis berarti analisa atau penyelidikan secara sistematis.1 Means-Ends Analysis pertama kali diperkenalkan oleh Newell dan Simon (wikipedia, 2007) dalam General Problem Solving (GPS), yang menyatakan bahwa Means-Ends Analysis adalah suatu teknik pemecahan masalah di mana pernyataan sekarang dibandingkan dengan tujuan, dan perbedaan di antaranya dibagi ke dalam sub-subtujuan untuk memperoleh tujuan dengan menggunakan operator yang sesuai.2

Beberapa pengertian Means-Ends Analysis menurut para tokoh antara lain:

Dalam Bussiness Dictionary:“Application of systems thinking to planning whereby the overall goal is broken down into objectives which in turn are broken down into individual steps or actions. MEA is based on the concept that ‘every attainable end is in itself a means to a more general end”.3

Yang mengandung pengertian bahwa MEA (Means-Ends Analysis) merupakan metode pemikiran sistem dalam penerapannya merencanakan tujuan keseluruhan, dimana tujuan tersebut dijadikan kedalam beberapa tujuan yang pada akhirnya menjadi beberapa langkah atau tindakan berdasarkan konsep yang berlaku. Dan pada setiap akhir tujuan akan berakhir pada tujuan yang lebih umum.

Sedangkan menurut Kamran Zaheer (2006): 4

Means-End Analysis is also an important kind of search algorithm and it is used in AlI applications when a complex search is needed to be done. It is a different approach to find the solution and they are a common form of heuristic algorithm that has stood the test of time. Early implementations included the general problem solver (GPS), FDS and STRIPS. Now a day Means-End analysis is still used to create effective searches in the field of distributed computed artificial intelligence. It also focuses the search on actions which decrease the distance between current and target.

Dimana Means-Ends Analysis merupakan salah satu yang penting dalam mencari algoritma [matematika] dan digunakan pada semua aplikasi yang dibutuhkan seluruh pencarian untuk mendapatkan hasil.

1 Kamus Indonesia-inggris

4 Kamran Zaheer, Artificial Intelligence Search Algorithms In Travel Planning,Dept.Of Computer Sciences and electronics Mälardalen University Västerås Sweden. h. 24

Untuk dapat membaca artikel selanjutnya …

Download via 4Shared, Download via Ziddu


Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Masalah menurut sebagian ahli pendidikan matematika (fadjar, 2004) adalah pertanyaan yang harus dijawab atau direspons, namun tidak semua pertanyaan otomatis menjadi masalah. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukan adanya suatu tantangan (chalange) yang tidak dapat dipecahkan secara prosedur rutin (routine procedur) yang sudah diketahui si pelaku.1

Senada dengan pengertian diatas Conney (fajdar, 2004) menyatakan:

for a question to be a problem, it must present challange that cannot be resolved by some routine procedure known to the student”2

Mengandung pengertian bahwa masalah merupakan pertanyaan yang bersifat tantangan dan tidak dapat dipecahkan secara prosedur rutin yang sudah diketahui si pelaku.

Sedangkan Syaiful & Aswan (2006) menyatakan bahwa masalah dapat memberikan respons terhadap rangsangan yang menggambarkan atau membangkitkan situasi problematik, yang mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasainya.3

Dari uraian diatas jelas bahwa masalah merupakan pertanyaan yang bersifat tantangan (challange) dan tidak dapat dipecahkan secara prosedur rutin (procedure routine) yang sudah diketahui jawabannya. Pertanyaan yang diberikan pada siswa akan menentukan terkategorikan tidaknya pertanyaan menjadi ‘masalah’ atau hanyalah suatu ‘pertanyaan’ biasa. Jika pertanyaan tersebut sudah diketahui jawabanya dengan pengetahuan rutin yang biasa, maka pertanyaan tersebut bukanlah suatu masalah. Namun apabila pertanyaan tersebut belum dapat diketahui oleh si pelaku atau orang lain, maka pertanyaan tersebut adalah masalah dan harus dipecahkan. Pemecahan masalah yang digunakan sesuai dengan kaidah-kaidah teori yang telah dikuasainya.

Dengan memecahkan masalah tidak seperti biasa dan atau belum terpecahkan jawabannya oleh orang lain. Maka hal tersebut dapat menjadi jendela dimana kreatifitas, inovatif serta logika siswa yang menjadi tumpuannya. Karena dengan merekonstruksi kembali ilmu-ilmu yang telah dipunyai serta dikombinasikan pada daya talar siswa. Menggambarkan atau membangkitkan situasi problematik, dan mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasainya.

Baca artikel selanjutnya…. download via 4shared , download via ziddu

1 Fadjar Shodiq, Penalaran,” Pemecahan Masalah dan Komunikasi dalam Pendidikan Matematika”, Diknas PPPG Matematika, Yogjakarta, 2004, h.10

2 Fadjar Shodiq, Penalaran,” Pemecahan Masalah…, h.10

3 Drs. Syaiful Bahri D dan Drs. Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta, 2006, Cet.III, h. 18

Iklan Layanan Online


Komentar